Roberto Firmino Disebut Sebagai ‘Kucing Besar di Dalam Hutan’

Roberto Firmino

Berita Bola  – Kesuksesan Liverpool menjuarai Premier League tidak bisa lepas dari peran salah satu strikernya, Roberto Firmino. Sehingga wajar kalau pria asal Brasil tersebut diguyur pujian oleh eks kapten the Reds, Graeme Souness.

Torehan gol Firmino musim ini tidak bisa disebut spesial, malahan mengecewakan. Ya, Firmino hanya mampu membukukan total 11 gol dari 45 penampilan di semua kompetisi yang diiktui Liverpool musim ini.

Tetapi, menilai performa Firmino hanya dari torehan gol semata saja jelas tidak adil. Sebab perannya memang bukan itu, meskipun dirinya menempati posisi penyerang tunggal yang biasanya bertugas sebagai pencetak gol utama.

Firmino dikenal memainkan peran ‘false 9’, dan dia sukses melaksanakan tugasnya dengan baik. Ia mampu merekatkan dua penyerang lainnya, Mohamed Salah dan Sadio Mane, dengan torehan 12 assist dalam jumlah penampilan yang sama.

Maka, tak ayal kalau Firmino juga mendapatkan pujian yang spesial seperti halnya Mo Salah dan Mane. Secara khusus, Souness memberikan pujian kepadanya dan menyamakan Firmino dengan sang legenda, Kenny Dalglish.

Souness juga memiliki perumpamaan yang khusus buat sang penyerang. Ia menyebutnya sebagai seekor kucing besar yang sedang berada di hutan dan menantikan kesempatan untuk memberikan luka kepada lawannya.

Pujian untuk Roberto Firmino

“Beberapa tahun lalu, saya menyamakan dia dengan Kenny Dalglish. Dia seperti seekor kucing besar yang berjalan di hutan dan menunggu kesempatan untuk memberikan luka,” ujar Souness kepada Prediksi Bola.

“Radarnya selalu aktif setiap waktu dan dia memiliki otak permainan yang bagus, di mana Salah dan Sadio Mane, mereka akan lebih menarik perhatian karena mencetak gol lebih banyak,” lanjutnya.

Trio penyerang bukanlah satu-satunya elemen penting dalam keberhasilan Liverpool menjuarai Premier League. Souness juga tidak melupakan peran lini belakang yang selalu sigap menumpas serangan lawan.

“Saat tidak bermain apik, anda harus tahu bahwa gawang anda tidak akan kebobolan. Lalu, saat anda sedang tidak diuntungkan tapi tak kebobolan, anda tahu pada satu titik dalam 90 menit, seorang pemain spesial akan menciptakan sesuatu untuk orang lain atau mencetak gol seorang diri,” tambahnya.

“Liverpool punya itu sekarang dengan penyerang mereka dan itulah yang membuat mereka sangat berbahaya. Walau sedang berada dalam kondisi yang kurang baik, mereka bertahan dengan apik dan mampu mencuri pertandingan,” pungkasnya.

Beberapa tahun lalu, lini belakang menjadi masalah bagi the Reds. Namun semuanya berubah saat klub mendatangkan Virgil van Dijk dan Alisson Becker pada tahun 2018 lalu. –  Prediksi Dara